Gua heran sama orang-orang yang merasa dirinya super ganteng atau super cantik sampe bisa-bisanya ngeduain bahkan ngetigain pacarnya. Butuh kaca? Yuk mari dibeliin. Siapa tau kelakuan lo bisa mantul lewat kacanya. (baca : karma)
Gua heran sama orang-orang yang bisa-bisanya menyianyiakan kebaikan orang yang sayang sama mereka. Harusnya anda merasa beruntung, Mba, Mas. Mungkin anda terlalu sempurna untuk orang itu sehingga bisa seenaknya? Lagi-lagi, butuh kaca? Bersyukurlah sedikit, jangan lupa daratan. Turun ke bumi deh, jangan kelamaan di atas.
Gua heran sama orang yang punya 'main' dengan orang lain disaat dia seharusnya mengenal satu kata : SETIA. Jarak jauh? Komunikasi buruk? Beda kepercayaan? Udah ga cocok? Bosan bertengkar? Persetan dengan semua itu. Ga ada pembenaran untuk hal bernama "selingkuh", baby. Okay, selingkuhnya pake tanda kutip. Jadi kalo lo bilang bukan, bukan selingkuh, tapi cuma teman (tapi mesra), kaka (ketemu gede), temen (deket) doang dan apapun itu kegiatan atau namanya, terserah. Tetep aja nista. Kepercayaan itu mahal harganya. Ketika lo rusak itu, maka akan rusak untuk selamanya.
Gua heran sama orang-orang yang rela ngerusak dirinya, ngerusak orang yang dia sayang, demi kesenangan semu. Kenapa??? Egois, sungguh egois. Rusak lo, sumpah! Semoga lo malu sama kelakuan lo sendiri, ya. Amin.
.................
Cukup.
Gua benci semuanya.
Kalo lo ngerasa salah satu yang gua sebut diatas, percayalah, gua ga pernah berniat sekalipun membenci lo. Malah maunya biasa aja, urusan lo ya urusan lo, apakah itu sama orang lain, sama diri sendiri, atau sama Tuhan. Tapi maaf, beginilah. Pergi deh jauh-jauh...... Cuci dosa, gih.
Gua benci lo.
Gua heran sama orang-orang yang bisa-bisanya menyianyiakan kebaikan orang yang sayang sama mereka. Harusnya anda merasa beruntung, Mba, Mas. Mungkin anda terlalu sempurna untuk orang itu sehingga bisa seenaknya? Lagi-lagi, butuh kaca? Bersyukurlah sedikit, jangan lupa daratan. Turun ke bumi deh, jangan kelamaan di atas.
Gua heran sama orang yang punya 'main' dengan orang lain disaat dia seharusnya mengenal satu kata : SETIA. Jarak jauh? Komunikasi buruk? Beda kepercayaan? Udah ga cocok? Bosan bertengkar? Persetan dengan semua itu. Ga ada pembenaran untuk hal bernama "selingkuh", baby. Okay, selingkuhnya pake tanda kutip. Jadi kalo lo bilang bukan, bukan selingkuh, tapi cuma teman (tapi mesra), kaka (ketemu gede), temen (deket) doang dan apapun itu kegiatan atau namanya, terserah. Tetep aja nista. Kepercayaan itu mahal harganya. Ketika lo rusak itu, maka akan rusak untuk selamanya.
Gua heran sama orang-orang yang rela ngerusak dirinya, ngerusak orang yang dia sayang, demi kesenangan semu. Kenapa??? Egois, sungguh egois. Rusak lo, sumpah! Semoga lo malu sama kelakuan lo sendiri, ya. Amin.
.................
Cukup.
Gua benci semuanya.
Kalo lo ngerasa salah satu yang gua sebut diatas, percayalah, gua ga pernah berniat sekalipun membenci lo. Malah maunya biasa aja, urusan lo ya urusan lo, apakah itu sama orang lain, sama diri sendiri, atau sama Tuhan. Tapi maaf, beginilah. Pergi deh jauh-jauh...... Cuci dosa, gih.
Gua benci lo.
Bentar lagi puasa. Mungkin sekarang saatnya gua ngeluarin kebencian gua ini. Maaf-maaf aja ya. Ha,ha......
